| name | human-ui-design |
| description | UI design, frontend, dashboard, landing page, component, Tailwind, Figma, generated AI, human-crafted interface. Use when designing or reviewing frontend UI so output avoids generic AI-looking visuals while staying accessible and backend-aware. |
Human UI Design
Gunakan skill ini saat membuat, memperbaiki, atau review UI: landing page, dashboard, form, table, admin panel, mobile web, komponen, design system, Tailwind/CSS, React/Vue/Svelte/Next.
Tujuan: UI terlihat seperti dibuat tim produk nyata, bukan hasil template AI.
Mode Otomatis JCE-Worker
- User tidak perlu menjalankan command khusus seperti
flow frontend-human.
- Jika request menyebut UI/frontend/design/page/component, aktifkan workflow ini otomatis.
- Jika arah produk belum jelas, tanya maksimal 3 hal sebelum desain:
- target user + pekerjaan utama yang ingin selesai,
- rasa visual/brand yang diinginkan,
- contoh gaya yang disukai atau wajib dihindari.
- Jika user tidak mau menjawab, infer dari repo, domain, copy, route, schema, dan existing design system; lalu lanjut.
Prinsip Utama
-
Produk dulu, dekorasi belakangan
- Mulai dari user job, domain, data nyata, status backend, dan keputusan pengguna.
- UI bagus karena jelas, bukan karena penuh efek.
-
Ambil inspirasi, jangan menyalin
- Boleh riset referensi publik: Apple, Linear, Stripe, Vercel, Notion, GitHub, Shopify, Mobbin, Dribbble, Awwwards, SaaS nyata, dashboard domain serupa.
- Ambil pola abstrak: hierarchy, density, navigation model, empty-state style, copy tone, spacing rhythm.
- Jangan copy layout 1:1, teks, aset, brand, icon set berlisensi, ilustrasi, atau visual trade dress.
- Jika memakai inspirasi internet, sebutkan sumber dan apa yang diadaptasi secara abstrak.
-
Hindari bau “generated by AI”
- Gradient blob ungu/biru tanpa alasan.
- Glassmorphism berlebihan.
- Card grid seragam tanpa hierarchy.
- Hero centered generik: “Transform your workflow with AI”.
- Fake metrics tanpa konteks.
- Ikon random dan illustration filler.
- Semua radius terlalu besar, shadow terlalu lembut, spacing terlalu simetris.
- Copy marketing kosong: “seamless”, “powerful”, “unlock”, “revolutionize”.
-
Gate risiko generic wajib lulus
- Beri skor Generic AI Risk 1-5 sebelum final.
- Jika skor 3+, revisi sekali: perjelas hierarchy, kurangi dekorasi, ganti copy generic, tambah state nyata, dan beri motif visual yang spesifik produk.
- Final tidak boleh mengandung placeholder generik kecuali user minta mockup kasar.
-
Kekhususan domain wajib terlihat
- Pakai istilah domain, data shape, status, tindakan, dan constraint nyata.
- Empty/loading/error/success state harus menyebut objek produk nyata.
- Microcopy harus membantu keputusan pengguna, bukan mengisi ruang.
-
Design system menang atas selera baru
- Reuse token, spacing, typography, component, icon, dan interaction yang sudah ada.
- Jika belum ada sistem, buat sistem kecil: color roles, type scale, spacing scale, radius, border, surface, focus.
Workflow Wajib
-
Inventory
- Cek UI existing: komponen, token, layout, CSS/Tailwind pattern, dark mode, responsive behavior.
- Cek backend/API: endpoint, schema, auth, error format, pagination, mutation, loading latency.
-
Inspiration Pass
- Jika web access tersedia dan user mengizinkan/menanyakan inspirasi, cari 2-5 referensi publik.
- Catat: sumber, pola yang dipelajari, batasan yang tidak boleh disalin.
- Jika web tidak tersedia, gunakan pola umum dari produk mapan tanpa mengklaim browsing.
-
Direction
- Tulis satu visual thesis: “UI ini harus terasa seperti ___ karena user perlu ___”.
- Tentukan density, navigation, hierarchy, tone, dan primary action.
- Tentukan satu signature motif yang terkendali: status rail, data stamp, command affordance, editorial labels, tactile cards, atau pattern lain yang masuk akal untuk domain.
-
Backend-State Mapping
- Petakan loading, empty, partial, validation, permission, conflict, rate-limit, offline, success.
- Jangan bikin UI async tanpa state ini.
-
Build Small Vertical Slice
- Implement dari data boundary ke UI.
- Hindari redesign global jika scope kecil.
-
Human UI Review
- Jalankan checklist di bawah sebelum selesai.
- Hitung Generic AI Risk. Jika 3+, revisi sebelum final.
Human UI Review Checklist
Wajib jawab saat membuat/review UI:
- Generic AI patterns avoided: pola generik apa yang dihindari?
- Domain-specific details: istilah/data/status domain apa yang ditambahkan?
- Inspiration sources: referensi apa, pola apa yang diadaptasi, apa yang tidak disalin?
- Visual hierarchy: elemen mana paling penting dan bagaimana hierarchy dibuktikan?
- Backend states: loading/error/empty/validation/permission/success apa yang ditangani?
- Accessibility: keyboard, focus, label, contrast, reduced motion aman?
- Responsive behavior: layout berubah karena konten, bukan breakpoint asal?
- Remaining visual QA risks: apa yang masih perlu dicek di browser/designer?
- Generic AI Risk score: 1-5 dan alasan singkat.
Output Contract
## Human UI Direction
**Visual thesis:** ...
**Target feel:** ...
**Not this:** ...
## Inspiration
| Source | Pattern learned | Adapted as | Not copied |
|--------|-----------------|------------|------------|
## Backend-State Mapping
| Backend condition | UI state | User action |
|-------------------|----------|-------------|
## Human UI Review
- Generic AI Risk: 1/5 - ...
- Generic AI patterns avoided:
- Domain-specific details:
- Visual hierarchy:
- Accessibility:
- Responsive behavior:
- Remaining risks:
Internet Inspiration Rules
- Boleh cari inspirasi jika tool web tersedia dan sesuai scope.
- Jangan scrape aset, gambar, CSS, atau kode dari situs desain untuk disalin.
- Jangan klaim “terinspirasi dari X” jika tidak benar-benar membaca/melihat X dalam sesi itu.
- Untuk implementasi, ubah inspirasi jadi keputusan desain sendiri: token, layout logic, component behavior, dan copy sesuai produk.